
Gejala Ganoderma Pada Kelapa Sawit sering kali menjadi pertanyaan bagi para pekebun kelapa sawit. Berbicara mengenai Ganoderma merupakan cerita yang cukup kompleks untuk dibahas. Apa itu Ganoderma pada kelapa sawit sudah dibahas pada artikel lain dalam website ini, oleh sebab itu silahkan baca disana.
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan terpenting di Indonesia, menyumbang devisa besar bagi perekonomian nasional. Namun, di balik potensinya yang menjanjikan, terdapat ancaman serius yang kerap mengintai yaitu penyakit busuk batang.
Jamur mematikan ini dikenal sebagai “pembunuh senyap” karena gejalanya sering terlambat terdeteksi, menyebabkan kerugian besar bagi petani dan perusahaan. Mengingat cukup misteriusnya gejala yang terjadi pada tanaman kelapa sawit yang terserang Ganoderma boninense, berikut ini kami paparkan gejala tanaman kelapa sawit yang terserang ganoderma.
Adapun gejala yang kami sampaikan adalah berdasarkan hasil dari pengalaman di lapangan. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, terkadang tanaman tidak langsung menunjukkan sedang terkena penyakit busuk batang.
Berikut ini beberapa pertanda tanaman kelapa sawit sudah mengalami kerusakan akibat terserang ganoderma.
1. Pelepah mudah (daun tombak) tidak membuka sudah lebih dari 2 pelepah
Tidak membukanya pelepah mudah (pelepah menombak) sudah lebih dari 2 pelepah, terkadang belum tentu mengalami serangan ganoderma. Terkadang tanaman yang menombak lebih dari 2, merupakan pertana tanaman mengalami defisiensi unsur hara dan kekurangan air pada saat kemarau panjang.
Perbedaannya antara tanaman terserang ganoderma dengan stres nutrisi dan lingkungan adalah pada tanaman yang megalami stress biasanya terjadi pada keseluruhan tanaman.
Sedangkan tanaman yang terserang Ganoderma biasanya hanya terjadi pada beberapa pohon sawit saja, dan terkadang terjadi pada spot-spot tertentu. Apabila di lapangan Anda telah menemukan satu atau dua tanaman yang mengalami pelepah tombak lebih dari dua maka perlu anda tandai dan curigai bahwa tanaman sudah mulai bermasalah pada jaringan batangnya.
2. Daun menguning dimulai dari pelepah atas hingga bawah
Setelah tanaman mengalami penombakan pada pelepah mudah yang terserang ganoderma, biasanya tanaman diikuti oleh perubahan warna daun yang memucat. Perubahan warna daun ini menandakan bahwa nutrisi dan air tidak bisa terbawa dari akar ke daun karena terdapat jaringan tanaman pada bagian pembuluh Xylem dan Floem tidak terbawa dengan optimal untuk metabolisme tanaman.
Fase antara daun menombak dengan perubahan warna daun terkadang terjadi secara bersamaan atau ada juga yang terjadi lebih dahulu daun mudah menombak.
3. Pelepah tua (nomor 20 keatas) mengalami patah atau sengkleh
Gejala pelepah tua atau bagian bawah terkadang mengalami patah atau sengkleh setelah fase gejala nomor 1 terjadi. Terkadang juga tanpa perubahan warna daun, pelepah tua mengalami patah atau sengkleh.
Pelepah yang sudah patah ini, akan terus berlanjut hingga ke pelepah bagian atasnya. Kondisi ini tentunya disebabkan oleh kerusakan jaringan batang yang sudah cukup parah sehingga proses transfer nutrisi sudah mulai terganggu.
4. Muncul tubuh buah Ganoderma (Fruiting Body) pada batang kelapa sawit
Kemunculan tubuh buah ganoderma bukanlah gejala awal bahwa tanaman baru saja terserang. Fruitting body merupakan hasil pembelahan jaringan meiselium dikariotik yang sudah jenuh di dalam jaringan batang kelapa sawit. Sehingga ia muncul keluar untuk memproduksi spora yang lebih banyak lagi.
Apabila anda telah menemukan tubuh buah ganoderma, segeralah mencabutnya menggunakan sarung tangan agar spora yang dihasilkan tidak semakin banyak dan menyebar melalui udara. Tubuh buah yang telah anda ambil, sebaiknya dibawah keluar kebun kemudian bakar agar spora dan miselium ganoderma benar benar mati dan tidak menyebar ke tanaman lainnya.
5. Tanaman tumbang (roboh)
Tanaman yang melami tumbang tergantung banyaknya jaringan batang yang telah membusuk (rusak), apabila perkembangan ganoderma banyak di bagian tengah batang, maka batang tanaman kelapa sawit mengalami patah tengah. Namun apabila perkembangan ganoderma banyak pada bagian pangkal batang dan perakaran, maka tanaman akan roboh (tumbang) dari bagian pangkal batang.
Itulah pertanda tanaman mulai terserang ganoderma berdasarkan hasil pengalaman penulis di lapangan perkebunan kelapa sawit. Serangan ganoderma tidak bisa dianggap sepele karena memiliki dampak yang luar biasa terhadap penurunan produksi TBS dan bahkan kematian tanaman kelapa sawit itu sendiri.
Perlu diketahui bahwa tanaman yang terserang ganoderma tidak bisa disembuhkan, sebagai informasi bahwa pada jaringan batang yang telah membusuk, tidak bisa pulih atau kembali normal.
Adapun yang bisa kita lakukan adalah menghambat pertumbuhan ganoderma pada jaringan tanaman yang telah terinfeksi sehingga masa hidup tanaman akan semakin panjang.
Ulasan mengenai pengendalian Ganoderma akan kami sampaikan pada artikel berikutnya, berikut ini artikel yang membahas tentang cara mengatasi jamur ganoderma pada kelapa sawit.



