logo pt mutu agrobiochem nusantara
pupuk hayati agrosymbio

“Tanaman Kuat, Tanah Subur, Panen Meningkat, Petani Makmur”

AgroSymbio adalah produk Pupuk Hayati Majemuk yang diformulasikan secara khusus dari beberapa campuran (Organik, Mineral, Isolat Mikroba) untuk meningkatkan jumlah Koloni (Cfu) dan Kinerja Mikroba yang digunakan. Produk ini membantu memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih sehat, kuat, dan produktif.

Sebagai Informasi, saat ini, banyak sekali permasalahan yang dihadapi oleh Petani atau Pekebun, seperti:

Akibatnya tanaman tumbuh kurang sehat, biaya produksi meningkat, dan hasil panen semakin tidak menentu.

Sudah saatnya mulai menjaga tanah sebagai aset jangka panjang, bukan hanya memberi pupuk.

AgroSymbio hadir dengan milyaran mikroba aktif yang membantu memperbaiki kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman secara lebih alami, efisien, dan berkelanjutan.

sehingga...

“Panen yang Baik Dimulai dari Tanah yang Subur.”

Kenapa Harus AgroSymbio?

Spesifikasi

spesifikasi pupuk hayati agrosymbio

Kandungan Mikroba

Kandungan Unsur Makro & Mikro

AgroSymbio diformulasikan dari bahan-bahan untuk media pembawa Bakteri dan Jamur. sehingga mengandung unsur hara Makro dan Mikro, tentunya ini bisa dimanfaatkan juga bagi tanaman Anda:

karung agrosymbio

Serta Mengandung:

Manfaat Unggul AgroSymbio

1.

meningkatkan kehumusan tanah

Tingkatkan Kehumusan dan Kesuburan Tanah

Agrosymbio mengandung probiotik yang membantu perbaiki kondisi tanah jadi lebih gembur, sehat dan kaya unsur hara. Sehingga menjadikan tanaman tumbuh lebih optimal.

2.

memaksimalkan penyerapan unsur hara

Memaksimalkan Penyerapan Unsur Hara ke Tanaman

Tidak semua nutrisi di tanah bisa langsung diserap tanaman. Mikroba Agrosymbio membantu mengurai dan menyediakan unsur hara agar lebih mudah diserap akar.

3.

mengurangi ketergantungan pupuk kimia

Mengurangi Ketergantungan Terhadap Pupuk Kimia

Penggunaan Agrosymbio secara rutin membantu meningkatkan efektifitas pupuk kimia sehingga penggunaan pupuk kimia bisa lebih hemat tanpa menurunkan hasil panen.

4.

merangsang pertumbuhan akar tanaman

Merangsang Pertumbuhan Akar dan Tanaman

Akar yang sehat membuat tanaman lebih kuat dan cepat berkembang. Tanaman menjadi lebih hijau, segar, dan pertumbuhannya lebih merata.

5.

menambah ketahanan tanaman dari stres lingkungan

Menambah Ketahanan Tanaman dari Stres Lingkungan

Mikroba hayati membantu tanaman lebih kuat menghadapi kondisi cuaca, tanah kurang subur, hingga risiko serangan penyakit tertentu.

6.

Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Hasil Panen

Dengan penyerapan nutrisi yang lebih baik dan kondisi tanah yang sehat, tanaman dapat tumbuh lebih optimal. Hasil panen menjadi lebih banyak dan berkualitas.

Dosis dan Cara Aplikasi

1. Kelapa Sawit

Pre Nursery & Main Nursery
  • Dosis 100 – 200 gram / Polibag
  • Dicampur dan diaduk dengan tanah atau ditabur dipermukaan tanah dalam polibag
  • Dosis 400 – 600 gram / Lubang Tanaman
  • Ditabur kedalam lubang tanam bersamaan dengan pupuk dasar (RP dan Dolomite)
  • Dosis 1 – 2 Kg / pokok
  • Ditabur merata di sekeliling permukaan piringan yang lembab
  • Dosis 1 – 3 Kg / pokok
  • Ditabur merata di sekeliling permukaan piringan yang lembab

2. Buah-Buahan (Durian, Klengkeng, Jeruk, Dll)

  • Dosis 1-3 Kg/tanaman
  • Ditabur rata ke sekeliling tanaman (piringan) yang lembab

3. Palawija

Padi
  • Dosis 160 – 200 Kg / Ha (4-5 sak/Ha)
  • 1/2 dosis ditabur pada saat sebelum melakukan pembajakan tahap akhir.
  • 1/2 dosis ditabur saat memasuki fase keluar benih (generatif)
  • Dosis 160 Kg / Ha (4 sak / Ha) 
  • Ditabur disekeliling tanaman yang dibagi menjadi 2 tahap.
  • Tahap 1 pada lubang tanam 1/2 dosis.
  • Tahap 2 pada saat fase pembungaan.
  • Dosis 160 Kg / Ha (4 sak / Ha)
  • Ditabur disekeliling tanaman yang dibagi menjadi 2 tahap.
  • Tahap 1 pada lubang tanam 1/2 dosis.
  • Tahap 2 pada saat fase pembungaan.
  • Dosis 160-200 Kg / Ha (4-5 sak/Ha).
  • Ditabur disekeliling tanaman yang dibagi menjadi 2 tahap.
  • Tahap 1 pada saat penanaman.
  • Tahap 2 pada 20 hari setelah tanam.

4. Sayur-Sayuran

  • Dosis 200 Kg/Ha (100×100 m lahan) atau 20 gram/m^2.
  • Ditabur pada saat persiapan lahan dan dicampur dengan pupuk organik

5. Tanaman Hias atau Bonsai

Untuk pembuatan media tanam, campur :

  • 10% AgroSymbio
  • 40% Kompos
  • 50% Tanah Mineral
  • Aduk hingga rata dan jadikan ini sebagai media tanam di dalam pot

Untuk pupuk dalam pot:

  • Dosis 100 gram/pot
  • Tabur di sekeliling tanaman dalam pot ukuran 10 Kg tanah
  • Disarankan aplikasi kompos saat aplikasi AgroSymbio, untuk memaksimalkan kerja mikroba.

Yang Sering Ditanyakan oleh Petani atau Pekebun

Apakah sama AgroSymbio dengan Pupuk Organik / Kompos?

Banyak petani masih mengira pupuk hayati dan pupuk organik itu sama. Padahal keduanya berbeda, meskipun sama-sama baik untuk tanah dan tanaman.

Pupuk hayati berisi mikroorganisme hidup yang bermanfaat, seperti bakteri atau jamur baik. Tugasnya membantu tanah dan akar tanaman agar penyerapan unsur hara menjadi lebih maksimal.

Ibaratnya:
Pupuk hayati itu seperti “tenaga kerja” yang membantu tanaman mencari makan.

Pupuk organik berasal dari bahan alami seperti:

  • kotoran hewan,
  • kompos,
  • sisa tanaman,
  • limbah organik.

Pupuk organik mengandung unsur hara dan bahan organik yang membantu memperbaiki struktur tanah.

Ibaratnya:
Pupuk organik itu seperti “persediaan makanan” untuk tanah dan tanaman.

Kalau pupuk organik memberi makan tanah, maka pupuk hayati membantu tanah bekerja lebih optimal. Kombinasi keduanya biasanya membuat tanah lebih sehat, tanaman lebih kuat, dan penggunaan pupuk kimia bisa lebih efisien.

AgroSymbio mengandung spesies mikroba seperti yang dijelaskan pada bagian Kandungan AgroSymbio dan telah teruji dan terbukti berfungsi untuk Fiksasi Nitrogen, Pelarut Fosfat, Pelarut Kalium, Perombak Bahan Organik, Menghasilkan Enzim dan Hormon yang membantu meningkatkan kesuburan tanah dan kesehatan tanaman.

Berdasarkan hasil aplikasi di lapangan, terjadi peningkatan produksi (hasil panen) yang signifikan dan pengurangan dosis pupuk di tahun pertama hingga 28,7% dari biasanya.

Sangat cocok, karena gambut adalah bahan organik alami namun memiliki keterbatasan jumlah mikroba. Kondisi ini disebabkan oleh tidak seimbangnya ekosistem pada gambut seperti water management yang buruk dan hanya aplikasi pupuk kimia. Dampaknya jumlah mikroba semakin terbatas, dengan aplikasi pupuk hayati AgroSymbio, mikroba kembali tersedia untuk bantu penguraian unsur hara dan bahan organik pada tanah Gambut.

Pada umumnya belum bisa langsung 100% menggantikan pupuk kimia, terutama di lahan yang sudah lama bergantung pada pupuk anorganik.

Namun pupuk hayati dapat membantu meningkatkan efisiensi penyerapan hara sehingga penggunaan pupuk kimia bisa dikurangi bertahap sekitar 25–50% tergantung kondisi lahan dan tanaman.

Yang paling ideal biasanya bukan “langsung stop pupuk kimia”, tetapi mengombinasikan keduanya agar hasil tetap aman dan biaya lebih hemat.

Karena mikroba membutuhkan waktu untuk berkembang di tanah dan bekerja di sekitar perakaran tanaman.

Pupuk hayati bekerja secara biologis, bukan instan seperti pupuk kimia. Efek terbaik biasanya terlihat setelah kondisi tanah mulai membaik dan populasi mikroba stabil.

Petani yang rutin memakai pupuk hayati biasanya merasakan manfaat terbesar mulai musim kedua dan seterusnya, terutama pada struktur tanah dan kesehatan tanaman.

Waktu terbaik adalah:

  • Pagi atau sore hari
  • Saat tanah lembab
  • Tidak saat terik matahari
  • Tidak saat hujan deras

Karena mikroba adalah makhluk hidup yang sensitif terhadap panas ekstrem dan kekeringan.

Kalau aplikasinya tepat, mikroba bisa berkembang lebih cepat dan hasilnya jauh lebih optimal.

Tidak semua jenis pupuk kimia dapat dicampur dengan pupuk Hayati secara langsung.

Pupuk yang harus diberi jarak waktu aplikasi adalah Urea, ZA, TSP, MOP, Borat, Cu, Zn.

Sedangkan yang lain (alami) seperti RP, Dolomite bisa berdekatan.

Tidak semua pestisida aman untuk mikroba.

Fungisida dan bakterisida kimia tertentu dapat membunuh mikroorganisme dalam pupuk hayati. Karena itu biasanya disarankan memberi jeda aplikasi sekitar 3–7 hari.

Sayang sekali kalau mikroba yang bagus sudah diaplikasikan tetapi mati karena dicampur bahan yang terlalu keras.

Secara umum cocok untuk:

  • Padi
  • Jagung
  • Sawit
  • Karet
  • Cabai
  • Sayuran
  • Buah-buahan
  • Tanaman perkebunan

Karena mikroba bekerja di tanah dan akar tanaman.

Namun dosis dan cara aplikasinya bisa berbeda tergantung komoditas.

Karena penggunaan pupuk kimia berlebihan dalam jangka panjang dapat menurunkan aktivitas mikroba alami tanah dan membuat tanah menjadi keras serta miskin bahan organik.

Pupuk hayati membantu mengembalikan aktivitas biologis tanah sehingga tanah kembali lebih hidup dan subur.

Banyak petani mengatakan tanah yang tadinya “capek” mulai lebih ringan diolah setelah rutin memakai pupuk hayati.

Biasanya terlihat dari:

  • Perakaran lebih putih dan banyak
  • Tanah lebih gembur
  • Tanaman lebih segar
  • Pertumbuhan lebih seragam
  • Penggunaan pupuk kimia lebih efisien

Pada beberapa lahan, pertumbuhan gulma juga bisa berkurang karena tanaman utama lebih dominan dan sehat.

Ya, beberapa mikroba menghasilkan hormon tumbuh alami dan membantu akar menyerap air lebih baik sehingga tanaman lebih tahan terhadap stres kekeringan maupun kondisi cuaca ekstrem.

Di kondisi cuaca yang makin tidak menentu, banyak petani mulai memakai pupuk hayati sebagai “penjaga stamina” tanaman.

Karena keberhasilan pupuk hayati dipengaruhi oleh:

  • Kondisi tanah
  • Kadar bahan organik
  • Kelembaban
  • pH tanah
  • Cara aplikasi
  • Riwayat penggunaan pestisida dan pupuk kimia

Semakin sehat kondisi tanah, biasanya respon pupuk hayati juga semakin cepat terlihat.

Secara fungsi sama-sama membawa mikroba bermanfaat, tetapi:

  • Bentuk padat biasanya lebih stabil dan tahan simpan
  • Cocok untuk aplikasi tanah dan dasar tanam
  • Lebih praktis untuk area luas
  • Mikroba lebih tahan dalam media Padat dari pada cair.

Sedangkan bentuk cair lebih cepat diaplikasikan lewat semprot atau kocor.

Karena biaya pupuk kimia terus meningkat dan kondisi tanah di banyak lahan mulai menurun.

Petani mulai mencari solusi yang:

  • lebih hemat,
  • menjaga produktivitas,
  • dan memperbaiki tanah jangka panjang.

Pupuk hayati menjadi salah satu solusi pertanian berkelanjutan yang semakin banyak digunakan di Indonesia.

Saatnya Beralih ke Cara Pemupukan yang Lebih Efisien

Gunakan Agrosymbio untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman secara alami. Cocok untuk berbagai jenis tanaman pertanian dan perkebunan.

Kualitas & Legalitas Produk

Kami Membuka Peluang Kerjasama untuk :

Kualitas Stabil, Pasokan Terjamin, Harga Kompetitif