Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) dikenal juga dengan sebutan Kumbang Badak adalah jenis serangga yang hidup melalui beberapa siklus atau fase. Keberadaan Kumbang tanduk dewasa memiliki dampak buruk pada tanaman kelapa sawit. Kerusakan tanaman kelapa sawit sangat besar terjadi pada usia kurang dari 3 tahun (TBM), namun tidak sedikit juga terjadi hingga usia >8 tahun (TM).
Berikut ini waktu dan fase setiap tahap kumbang badak agar kita memahami metode pengendalian yang tepat dan tuntas.
Kami yakin, mungkin Anda sudah menggunakan metode berikut untuk pengendalian KUMBANG TANDUK
Ketiga metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga pada sebagian petani atau perusahaan melakukan kombinasi ketiga metode secara bersamaan. Namun terkendala pada biaya yang cukup besar, kesiapan SDM dalam mengaplikasikan dan evaluasi perlu dipertimbangkan secara maksimal dan terukur.
Berdasarkan siklus metamorfosis perkembangan Oryctes, masih terdapat fase Telur, Larva dan Pupa yang akan menjadi calon Kumbang Dewasa baru dan akan terus berkembang menjadi Hama bagi tanaman Kelapa Sawit.
Jamur entomopatogen, yaitu jamur yang bertindak sebagai parasit pada serangga dan arthropoda lainnya.
Jamur entomopatogen yang sangat populer digunakan sebagai agens pengendali hayati (pestisida organik) untuk membasmi berbagai jenis hama tanaman.

Rp. 120.000,-
diskon 50%
menjadi
Rp. 60.000,-
Rp. 60.000,- x 12 Botol = Rp. 720.000,-
DISKON lagi
menjadi
Rp. 660.000,-





© 2026 – PT. Mutu Agrobiochem Nusantara – Hak Cipta Dilindungi